Energi dan Entalpi

Setiap benda di alam semesta memiliki energy.Masih ingatkah anda, apa yang dimaksud dengan energy? Secara sederhana, energy didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Energi yang dimiliki benda dapat berupa energy otot, energy angin, energy kimia, energy kalor, dan bentuk – bentuk energy lainnya. Suatu bentuk energy dapat diubah menjadi bentuk energy yang lain. Dengan demikian energy dapat digunakan untuk kebutuhan manusia. Bagaimanakah proses terjadinya perubahan energy tersebut?

Tuhan yang Mahabesar menciptakan matahari sumber energy terpentinng bagi kehidupan. Sinar matahari yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan diubah menjadi energy kimia berupa karbohirat. Bahan-bahan makanan yang mengandung karbohidrat, seperti beras, jagung, gandum, atau ubi, dikonsumsi manusia untuk kelangasungan hidupnya. Bahan makanan tersebut dicerna oleh tubuh dan menghasilkan energy kalor.

Jika sebatang kayu dibakar, energy kimia yang dimiliki kayu akan diubah menjadi energy kalor. Berapakah jumlah energy kalor yang dihasilkan dari pembakaran kayu tersebut?

Jumlah total energy kalor yang terkandung dalam suatu materi disebut entalpi dan diberi symbol H. Istilah entalpi berasal dari bahasa Jerman, yang berarti kandungan. Adapun symbol H berasal dari heat content, yakni didefinisikan sebagai kandungan kalor suatu zat. Entalpi suatu zat tidak berubah (tetap) selama tidak ada energy yang masuk atau keluar.

Entalpi suatu zat tidak dapat diukur, tetapi perubahan entalpinya dapat diukur. Perubahan entalpi terjadi ketika suatu zat mengalami reaksi. Perubahan entalpi diberi notasi ∆H , symbol ∆ berasal dari bahasa Yunani, delta, yang berarti perubahan. Dalam reaksi kimia, ∆H disebut juga entalpi reaksi. ∆H menyatakan kalor yang diterima atau dilepas oleh suatu reaksi. Dengan kata lain, ∆H merupakan penambahan atau pengurangan energy suatu zat dalam proses perubahan energy yang berlangsung pada tekanan tetap.

Pernahkan anda memperhatikan peristiwa es mencair? Pada peristiwa ini terjadi perubahan wujud air dari padat (es) menjadi cair.

H2O(s) → H2O(l)

Pada proses ini, anda tidak dapat mengukur entalpi H2O(s) atau entalpi H2O(l), yang dapat ditentukan hanyalah perubahan entalpi atau entalpi reaksi (∆H).

H = H H2O(l) H H2O(s)

H = Hhasil Hmula-mula

Untuk reaksi kimia,

H = Hhasil reaksi Hpereaksi

About wilhmenia

Curiosity
This entry was posted in Energi dan Entalpi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s